Senin, 28 Oktober 2013

makalah olahraga atletik





PENGARUH  MANAJEMEN  PEMBERDAYAAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN SEBAGAI SARANA BELAJAR TERHADAP KEGIATAN EKSTRAKURIKULER  CABANG OLAH RAGA ATLETIK
 (Penelitian Pada SD Negeri 2 Kalijati di Kecamatan Sidamulih)



MAKALAH




 














Oleh :

UNDANG SUHENDAR
NIP. 197109082006041015








PEMERINTAH KABUPATEN CIAMIS
DINAS PENDIDIKAN
UPTD PENDIDIKAN KECAMATAN SIDAMULIH
SEKOLAH DASAR NEGERI 2 KALIJATI



KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan Makalah ini. Shalawat dan salam, mudah-mudahan dilimpahkan kepada Nabi Muhamad Saw, beserta keluarga, sahabat, dan umatnya. Amin
Penulis mengakui bahwa dalam proses penyusunan makalah ini jauh dari sempurna. Bantuan tersebut baik baik langsung maupun tidak langsung, materi maupun non materi. Atas dasar itulah maka penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1.    Bapak Prof. Dr. Haryo S. Mangkudirdjo selaku Dosen Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan yang telah memberikan izin kepada penulis sehingga dalam proses penyusunan ini lancar.
2.    Rekan seangkatan dan mahasiswa  yang telah banyak membantu selama pembuatan makalah ini..
3.    Semua pihak yang telah banyak membantu yang tidak biasa penulis sebutkan satu persatu.
      Semoga Allah SWT. membalas semua kebaikan dan dorongan bapak/ibu dan saudara semua yang telah membantu pembuatan makalah ini, amiin yaa Robbal Alamiin.
                                                                     Sidamulih,   Januari  2013
                                                                                    Penulis
           


DAFTAR ISI

                                                                                                                        Halaman
KATA PENGANTAR..................................................................................... i
ABSTRAK........................................................................................................ ii
DAFTAR ISI..................................................................................................   iii

BAB I    PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah................................................................. 1
B. Rumusan Masalah........................................................................... 6

BAB II  PEMBAHASAN
A.    Hakikat Guru Sebagai Pembimbing Belajar Dan Pendidikan       7
B. Manajemen Waktu Belajar Siswa ................................................  11

BAB III  PENUTUP .....................................................................................  12

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................  13















ABSTRAK




1
PENGARUH  MANAJEMEN  PEMBERDAYAAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN SEBAGAI SARANA BELAJAR TERHADAP KEGIATAN EKSTRAKURIKULER  CABANG OLAH RAGA ATLETIK
 (Penelitian Pada SD Negeri 2 Kalijati di Kecamatan Sidamulih)

Pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler dalam prestasi olahraga siswa dilakukan dengan mengalokasikan waktu belajar siswa didorong oleh rasa tanggung jawab mereka sebagai tenaga pendidik yang harus mencapai tujuan pendidikan semaksimal mungkin
Proses belajar mengajar yang di tunjang oleh loyalitas dan disiplin tinggi akan menciptakan kegiatan belajar mengajar yang lancar dan kondusif. Hal itu karena tidak lepas dari peranan yang besar dari guru-guru dalam mengelola kegiatan ekstrakurikuler dan sarana olahraga.
Untuk mencapai tujuan pembelajaran siswa, perlu adanya Variasi metoda pembelajaran siswa, guna membangkitkan minat dan bakat belajar siswa dalam kaitannya dengan pendidikan Nasional.




1
PENGARUH  MANAJEMEN  PEMBERDAYAAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN SEBAGAI SARANA BELAJAR TERHADAP KEGIATAN EKSTRAKURIKULER  CABANG OLAH RAGA ATLETIK
(Penelitian Pada SD Negeri 2 Kalijati  di Kecamatan Sidamulih)


BAB I 
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Masalah
Keberhasilan penyelenggaraan program pendidikan di suatu wilayah tertentu, ditentukan oleh banyak faktor penunjangnya. Keberhasilan tersebut ditunjukkan oleh proses dan hasil belajar siswa dalam mencapai target yang diharapkan.
Undang-undang No, 20 Tahun 2003. tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkernbangnya potensi peserta didik aaar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepa Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia, sehat berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan mencaji warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Untuk mencapai fungsi dan tujuan pendidikan nasional seperti tersebut diatas diperlukan kegiatan yang mendukung intrakurikuler yaitu ekstrakurikuler. Kegiatan-kegiatan yang diadakan dalam program ekstrakurikuler didasari atas tujuan dari pada kurikulum sekolah. Melalui kegiatan ekstrakurikuler yang beragam siswa dapat mengembangkan bakat, minat dan kemampuannya.

 Pengertian ekstrakurikuler menurut kamus besar bahasa Indonesia (2002:291) yaitu:”suatu kegiatan yang berada di luar program yang tertulis di

dalam kurikulum seperti latihan kepemimpinan dan pembinaan siswa”. Kegiatan ekstrakurikuler sendiri dilaksanakan diluar jam pelajaran wajib. Kegiatan ini memberi keleluasaan waktu dan memberikan kebebasan pada siswa, terutama dalam menentukan jenis kegiatan yang sesuai dengan bakat serta minat mereka. Menurut Rusli Lutan (1986:72) ekstrakurikuler adalah:
Program ekstrakurikuler merupakan bagian internal dari proses belajar yang menekankan pada pemenuhan kebutuhan anak didik. Antara kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler sesungguhnya tidak dapat dipisahkan, bahkan kegiatan ekstrakurikuler perpanjangan pelengkap atau penguatkegiatan intrakurikuler untuk menyalurkan bakat atau pendorong perkembangan potensi anak didik mencapai tarap maksimum.

Sehubungan dengan penjelasan tersebut, dapat penulis kemukakan bahwa kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang menekankan kepada kebutuhan siswa agar menambah wawasan, sikap dan keterampilan siswa baik diluar jam pelajaran wajib serta kegiatannya dilakukan di dalam dan di luar sekolah.
Untuk mendukung terlaksananya program ekstrakurikuler diperlukan adanya berbagai petunjuk atau pedoman, baik menyangkut materi maupun kegiatannya, dengan harapan program ekstrakurikuler dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang telah diganskan.
Agar pelaksanaan program ekstrakurikuler mencapai hasil baik dalam mendukung program kurikuler maupun dalam rangka pengembangan diri peserta didik. maka perlu diusahakan adanya informasi yang jelas mengenai arti, tujuan dan hasil yang diharapkan, peranan dan hambatan-hambatan yang dihadapi selama ini.
Setiap kegiatan mempunyai tujuan tertentu, hal tersebut adalah dipandang sebagai suatu hal yang penting dan perlu, karena tujuan merupakan satu diantaranya hal pokok yang harus diketahui dan disadari betul-betul oleh seorang pendidik atau pelaksanaan kegiatan sebelum melaksqanakan kegiatan ekstra kurikuler.
Maka tujuan yang hendak dicapai dalam kegiatan ekstara kurikuler itu adalah sebagai berikut :
a. Kegiatan harus dapat meningkatkan pengayaan siswa yang beraspek kognitif, afektif dan psikomotor.
b. Memberikan tempat serta penyaluran bakat dan minat sehingga siswa akan terbiasa dengan kesibukan-kesibukan yang semakna.
c. Adanya perencanaan dan persiapan serta pembinaan yang telah diperhitungan masak-masak sehingga program ekstra kurikuler mencapai tujuan.
Faktor penunjang lainnya dalam menentukan keberhasilan atau prestasi adalah guru. Menunjang dan atau kurang menunjangnya faktor-faktor lain terhadap hal itu, ini sangat tergantung kepadanya. Di tangan gurulah semua itu akan berarti bagi proses penyelenggaraan pendidikan yang diberikan kepada peserta didik. Tentu saja guru yang dimaksud tidak asal ada. Paling tidak guru tersebut dipersyaratkan dalam tiga pokok hal berikut: (1) berkualifikasi pendidikan yang memadai; (2) mempunyai motivasi yang tinggi; dan (3) berkreativitas kerja yang tinggi. Untuk memperoleh sosok guru yang demikian itu bukan hal yang mudah. Itu sebabnya, hingga kini penyelenggaraan program pendidikan dalam suatu wilayah masih dinilai kurang berkesan.
Selain faktor guru, suksesnya pembelajaran di sekolah didukung oleh adanya pendayagunaan semua sarana dan prasarana pendidikan yang ada di sekolah secara efektif dan efisien. Sarana dan prasarana yang ada di sekolah tersebut perlu didayagunakan dan dikelola untuk kepentingan proses pembelajaran di sekolah. Pengelolaan itu dimaksudkan agar dalam menggunakan sarana dan prasarana di sekolah bisa berjalan dengan efektif dan efisien. Pengelolaan sarana dan prasarana merupakan kegiatan yang amat penting di sekolah, karena keberadaannya akan sangat mendukung terhadap suksesnya proses pembelajaran di sekolah.
Disebutkan dalam UU Sisdiknas bahwa setiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional, dan kejiwaan peserta didik.
Sarana dan prasaraa olahraga adalah semua benda baik yang adalah semua benda baik yang bergerak maupun tidak bergerak, bergerak maupun tidak bergerak, yang diperlukan untukyang diperlukan untukmenunjang penyelenggaraan menunjang penyelenggaraan olahraga baik secara langsung olahraga baik secara langsung maupun tidak langsung.
Garis besar tentang manajemen Sarana Prasarana meliputi hal-hal dibawah ini, yaitu: penentuan kebutuhan, proses pengadaan
pemakaian, pencatatan / pengurusan dan pertanggungjawaban.
Kegiatan Ekstrakurikuler yang dilakukan di sekolah-sekolah memuat begitu banyak kegiatan, diantaranya adalah kegiatan olahraga. Kegiatan olahraga telah diakui manfaatnya dan mempunyai aspek positif dalam usaha pembinaan manusia Indonesia seutuhnya. Untuk meningkatkan dan memelihara kesegaran jasmani, hanya ada satu cara yaitu dengan berolahraga secara teratur. Usaha terpadu, berencana, dan teratur perlu dilakukan dan ditingkatkan dalam suatu pola pembangunan dan pembinaan olahraga di Indonesia sebagai salah satu media pendidikan dalam rangka mempersiapkan pembentukan generasi penerus yang dikehendaki.
Menurut Depdiknas (2001:8) pendidikan jasmani adalah :
Merupakan bagian integral pendidikan secara keseluruhan yang mampu mengembangkan anak/individu secara utuh dalam arti mencakup aspek-aspek jasmaniah, intelektual (kemampuan interpretif), emosional, dan moral spiritual yang dalam proses pembelajarannya mengutamakan aktivitas jasmani dan pembiasaan pola hidup sehat

Sesuai dengan paradigma baru mengenai pendidikan jasmani yang lebih menekankan pada pengembangan individu secara menyeluruh, dalam arti pengembangan keterampilan intelektual, keterampilan efektif, termasuk pembangunan moral-spiritual, pengembangan keterampilan fisik dan kesegaran jasmani melalui aktivitas jasmani yang terpilih, terprogram dan terarah.
Atas dasar hal tersebut maka pendidikan jasmani di sekolah tidak diarahkan untuk menguasai cabang permainan olahraga, namun lebih mengutamakan proses perkembangan motorik siswa dari waktu ke waktu. Program pendidikan jasmani lebih berorientasi kepada kebutuhan siswa, sebagai subyek didik, dan bukan sebagai obyek didik.Untuk mencapai prestasi yang baik, perlu adanya latihan dan tempat latihan yang baik dan menunjang terhadap perkembangan tubuh.
Latihan dan tempat latihan yang baik serta menunjang terhadap perkembangan tubuh sangat diperlukan untuk mencapai prestasi yang baik dari setiap atlet. Hal ini sesuai dengan penjelasan Jonath dan Krempel (1986:6) sebagai berikut :
Latihan adalah jumlah rangsangan yang dilaksanakan pada jarak-jarak waktu tertentu dengan tujuan untuk mencapai perubahan atau penyesuaian fungsional dan morfologis organismenya, maka itu latihan tidak hanya menyajikan pengulangan secara mekanis saja, tetapi juga mengulang secara sadar, menurut kemampuan dan terarahkan.

Selanjutnya Harsono (1988:6) berpendapat bahwa “latihan adalah proses yang sistematis dari berlatih atau bekerja, yang dilakukan secara berulang-ulang dengan kian hari kian menambah jumlah beban latihan atau beban kerjanya”.
Latihan merupakan faktor yang sangat penting untuk mencapai suatu prestasi, karena dengan latihan organisme neomuscullar akan memperoleh keseimbangan secara terus-menerus yang diperlukan oleh pengaturan organisme. Dengan latihan yang sistematis dan terencana maka kondisi fisik akan baik dan kuat serta dapat mencapai prestasi yang optimal.
Kondisi fisik atlet memegang peranan yang sangat penting dalam setiap proses latihan dari atlet itu sendiri. Latihan kondisi fisik haruslah direncanakan dengan baik, sistematis dan ditujukan untuk meningkatkan kesegaran jasmani serta kemampuan fungsional sistem tubuh, hingga dengan demikian memungkinkan atlet akan dapat mencapai prestasi yang lebih baik.
Rendahnya prestasi Atletik (trilomba)pada anak sekolah ditandai dengan motivasi mereka pada saat latihan masih kurang optimal, pengelolaan kegiatan latihan masih rendah, sarana kegiatan latihan kurang menunjang, kekurangpropesionalan pelatih atau guru pembimbing kegiatan, waktu dan program pelaksanaan latihan yang kurang terjadwal secara sistematis serta perhatian pengelola pendidikan terhadap pelaksanaan kegiatan latihan Aatletik (trilomba) masih kurang. Fenomena di atas menjadi kendala terhadap pencapaian prestasi Atletik (trilomba) pada siswa SD Negeri 2 Kalijati  di wilayah Kecamatan Sidamulih Kabupaten Ciamis.
Kiranya untuk membuktikan benar atau tidaknya kondisi tersebut, tidak ada jalan lain kecuali perlu dilakukan penelitian. Karena motif ini pula yang telah mendorong penelitian dengan topik berikut “Pengelolaan Kegiatan Ekstrakurikuler Dan Sarana Olah Raga Dalam Meningkatkan Prestasi Atletik   (Penelitian Pada siswa SD Negeri 2 Kalijati  di Kecamatan Sidamulih Kabupaten Ciamis)” dilakukan. Dengan harapan akan diperoleh data empirik yang cukup memperkuat adanya berbagai isu yang dipersoalkan.

B.  Rumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah yang telah dilakukan, pokok permasalahan penelitian ini menjadi jelas, sebagaimana tertuang pada rumusan berikut: “Bagaimana pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler dan sarana olah raga dalam meningkatkan prestasi Atletik (trilomba)  pada siswa SD Negeri 2 Kalijati  di Kecamatan Sidamulih?




BAB II
PEMBAHASAN

A.    Hakikat Guru Sebagai Pembimbing Belajar Dan Pendidikan
Sebagai mana telah diuraikan pada pendahuluan, bahwa mendidik ialah meminpin anak ke arah kedewasaan, jadi yang kiata tuju dalam pendidikan ialah kedewasaan si anak. Tidak mungkin Seorang pendidik membawa anak kepada dewasanya bukan hanya dengan nasihat-nasihat, perintah-perintah, anjuran-anjuran dan larangan-larangan saja. Melainkan yang utama ialah dengan gambaran kedewasaan yang senan tiasa dapat dibayangkan oleh anak dalam diri pendidiknya didalam pergaulan mereka (antara pendidik dan anak didik).
Seiring berjalannya waktu suatu pendidikan berubah mengikuti perkembangan jaman. Sehingga sampailah pada saat dewasa ini, guru bukan merupakan satu-satunya kontrol sosaial, melainkan dalam hal ini guru mempunyai posisi sebagai pasilitator setelah menjalankan fungsinya sebagai pelatih, pengajar dan pembimbing.
Manusai sejak lahir sudah di anugrahi fitrah, untuk membina dan mendidik serta melatih anak agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa.Implementasipengelolaan kegiatan ekstrakurikuler dan sarana olah raga dalam meningkatkan prestasi Atletik (trilomba) pada siswa SD Negeri 2 Kalijati di Kecamatan Sidamulih  Kabupaten Ciamis dijabarkan sebagai berikut:
1. Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk pembangunan yang ber-Pancasila.
a. Guru menghendaki hak individu dan kepribadian anak didiknya masing-masing.
b. Guru berusaha mensukseskan pendidikan yang serasi (jasmaniah dan rohaniah) bagi anak didiknya.
c. Guru harus menghayati dan mengamalkan Pancasila.

7
d. Guru dengan bersungguh-sungguh mengintensifkan Pendididkan Moral Pancasila bagi anak didiknya.
e. Guru melatih dalam memecahkan masalah-masalah dan membina daya kreasi anak didik agar kelak dapat menunjang masyarakat yang sedang membangun.
f. Guru membantu sekolah di dalam usaha menanamkan pengetahuan keterampilan kepada anak didik.
2. Guru memiliki kejujuran professional dalam menerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing-masing.
a. Guru menghargai dan memperhatikan perbedaan dan kebutuhan anak didiknya masing-masing.
b. Guru Hendaknya luas di dalam menerapkan kurukulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing-masing.
c. Guru memberi pelajaran di dalam menerapkan kurikulum tanpa membeda-bedakan jenis dan posisi orang tua muridnya.
3. Guru mengadakan komunikasi, terutama dalam memperoleh informasi tentang  anak didik, tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan.
a. Komunikasi guru dan anak didik di dalam dan di luar sekolah dilandaskan pada rasa kasih saying.
b. Untuk berhasilnya pendidikan, maka guru harus mengetahui kepribadian anak dan latar belakang keluargannya masing-masing.
c. Komunikasi guru ini hanya diadakan semata-mata untuk kepentingan pendidikan anak didik.
4. Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid dengan sebaik-baiknya bagi kepentingan anak didik.
a. Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah sehingga anak didik betah berada dan belajar di sekolah.
b. Guru menciptakan hubungan baik dengan orang tua murid sehingga dapat terjalin pertukaran informasi timbal balik dengan anak didik.
c. Pertemuan dengan orang tua murid harus diadakan secara teratur.
d. Penyesuaian program dengan situasi kelas. Program pengajaran adalah pengembangan kurikulum pada taingkat kelas yang dalam pelaksanaannya yang bersipat plesibel ini berarti perkembangan kurikulum tingkat intitusi pengembangan kurikulum tingkat bidang studi (GBPP), termasuk perkembangan kurikulum tingkat kelas (Program Pengajran), dalam pelaksanaannya menghendaki penyesuaian, antara lain dengan situasi kelas.
Pentingnya penyesuaian program pengajaran ini dengan situasi kelas ini karena digunakannya asas lingkungan.
e. Penyesuaian jenis interaksi belajar mengajar. Hal yang penting untuk di perhatikan guru kelas perencanaan dan pelaksanaan program pengajaran ialah interaksi belajar mengajar yang berlangsung selama proses belajar mengajar. Yang perlu mendapat perhatian guru selama dilaksanakannya program pengajaran dalam hal interaksi belajar mengajar ini ialah penggunaan berbagai jenis interaksi belajar mengajar ke arah yang optimal dengan demikian, interaksi belajar mengajar yang berlangsung tidak hanya guru kepada siswa saja, tetapi juga interaksi timbal balik antara guru dan siswa.
5. Guru memelihara hubungan baik dengan masyarakat di sekitar sekolahnya maupun masyarakat yang lebih luas untuk kepentingan pendidikan.
a. Guru memperluas pengetahuan masyarakat mengenai profesi keguruan.
b. Guru turut menyebarkan program-program pendidikan dan kebudayaan kepada masyarakat sekitarnya,sehingga sekolah tersebut turut berfungsi sebagai pusat pembinaan dan pengembangan pendidikan dan kebudayaan di tempat itu.
c. Guru harus berperan agar dirinya dan sekolahnya dapat berfungsi sebagai unsur pembaru bagi kehidupan dan kemajuan daerahnya.
d. Guru turut bersama-sama masyarakat sekitarnya di dalam beraktivitas.
e. Guru mengusahakan terciptanya kerja sama yang sebaik-baiknya antara sekolah, orang tua murid, dan masyarakat bagi kesempurnaan usaha pendidikan atas dasar kesadaran bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah,orang tua murid dan masyarakat.
6. Guru secara sendiri-sendiri dan atau bersama-sama Mengembangkan dan meningkatkan mutu profesinya.
a. Guru melanjutkan studinya dengan :
1. Membaca buku-buku
2. mengikuti lokakarya,seminar,gerakan kopersi,dan pertemuan-pertemuan pendidikan dan keilmuan lainnya.
3. mengikuti penataran
4. mengadakan kegiatan-kegiatan penelitian.
b. Guru selalu bicara, bersikap, dan bertindak sesuai dengan martabat profesinya.
7. Guru menciptakan dan memelihara hubungan antar sesama guru baik berdasarkan lingkungan kerja maupun di dalam hubungan keseluruhan.
a. Guru senantiasa bertukar informasi,,pendapat,saling menasihati dan Bantu membantu satu sama lainnta,baik dalam kepentingan pribadi maupun dalam menunaikan tugas prfesinya.
b. Guru tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan nama baik rekan-rekan seprofesinya dan menunjang martabat guru baik secara keseluruhan maupun pribadi.
8. Guru secara bersama-sama memelihara,membina,dan meningkatkan organisasi guru professional sebagai sarana pengabdiannya.
a. Guru menjadi anggota dan membantu organisasi guru yang bermaksud membina profesi dan pendidikan pada umumnya.
b. Guru senantiasa berusaha meningkatkan persatuan diantara sesama pengabdi pendidikan.
c. Guru senantiasa berusaha agar menghindarkan diri dari sikap-skap,ucapan-ucapan dan tindakan-tindakan yang merugikan organisasi.
9. Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan pemerinah dalam bidang pendidikan.
a. Guru senantiasa tunduk terhadap kebijaksanaan dan ketentuan-ketentuan pemerintah dalam bidang pendidikan.
b. Guru melekukuan tugas profesinya dengan diplin dan rasa pengabdian.
c. Guru berusaha membantu menyebarkan kebijaksanaan dan program pemerintah dalam bidang pendidikan kjepada orang tua murid dan masyarakat sekitarnya
d. Guru berusaha menunjang terciptanya kepemimpinan pendidikan di lingkungan atau di daerah sebaik-baiknya.

B. Manajemen Waktu Belajar Siswa
Waktu belajar merupakan masa dimana para siswa mendapatkan pengajaran. Suatu tujuan pendidikan akan senantiasa dapat tercapai dengan baik apabila di tunjang oleh alokasi waktu yang baik,akan tetapi efektivitas waktu bukan satu-satunya factor penunjang keberhasilan pendidikan.lingkungan sebagai bentuk pendidikan informal juga dapat mempengaruhi terwujudnya suatu tujuan pendidikan.
Proses pendidikan senantiasa harus mengacu kepada manajemen atau alokasi waktu yang baik.hal ini berarti waktu sebagai Batasan (kontrol) proses berjalannya suatu pendidikan.





BAB III
PENUTUP

Dari beberapa uraian di atas, maka dapat disimpulkan yaitu sebagai berikut :
Pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler dalam prestasi olahraga siswa dilakukan dengan mengalokasikan waktu belajar siswa didorong oleh rasa tanggung jawab mereka sebagai tenaga pendidik yang harus mencapai tujuan pendidikan semaksimal mungkin
Proses belajar mengajar yang di tunjang oleh loyalitas dan disiplin tinggi akan menciptakan kegiatan belajar mengajar yang lancar dan kondusif. Hal itu karena tidak lepas dari peranan yang besar dari guru-guru dalam mengelola kegiatan ekstrakurikuler dan sarana olahraga.
Untuk mencapai tujuan pembelajaran siswa, perlu adanya Variasi metoda pembelajaran siswa, guna membangkitkan minat dan bakat belajar siswa dalam kaitannya dengan pendidikan Nasional.


12

DAFTAR PUSTAKA


 


Harsono. 1984. Coaching dan Aspek-aspek Psikologis dalam Coaching. Jakarta:
              CV. Tambak Kusumah

Rusli Lutan (2003). Pendidikan Kebugaran Jasmani. FPOK Universitas Pendidikan Indonesia.

Saputra. 2001. Pendidikan Keterampilan dalam Pembelajaran. Jakarta:
              Direktorat Jendral Olahraga. Depdiknas

Yudha M. Saputra (3003). Pembelajaran atletik di Sekolah Dasar. Jakarta : Depdikbud.


13



Tidak ada komentar:

Posting Komentar